Its all about me . . .

Mencintai dan Dicintai

Mencintai dan dicintai.. dua hal yang sebenarnya tidak jauh berbeda. Mungkin bisa juga dibilang “serupa tapi tak sama”. Keduanya sama-sama memiliki kata dasar “Cinta”. Namun setelah ditambahkan awalan dan akhiran yang berbeda, maka keduanya pun memiliki pengertian yang berbeda pula, meskipun keduanya masih sama-sama berupa kata kerja. Bedanya yang satu kata kerja aktif sedangkan yang satunya lagi berupa kata kerja pasif. Mencintai, berarti kita yang bertindak sebagai “subjek” yang sedang membuat si “objek” menderita karena cinta kita. Sedangkan Dicintai berarti kita yang menjadi “objek” yang menderita karena cintanya.

Menurutku yang namanya mencintai itu jauh lebih mudah daripada yang namanya dicintai. Untuk mencintai seseorang itu sangat mudah dan gampang sekali, karena dalam hal ini kita sendiri yang memainkan peranan dan mengatur perasaan di hati kita. Kita sendiri juga yang memiliki kunci akses ke hati kita. Kita cukup membuka pintu hati kita, lalu mengaktifkan tombol “Cinta” ke mode “On”. Kita juga bisa mensetting seberapa banyak volume dari cinta kita yang ingin diberikan ke orang yang kita cintai.

Sedangkan untuk dicintai seseorang ternyata bukan hal yang mudah. Bahkan bisa dibilang sulit dan lebih rumit. Disini kita dituntut untuk bisa “menaklukkan” si pemegang kunci hati. Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memberi perhatian lebih, ekstra sabar, selalu berusaha ada untuk dia dan sebagainya. Jika beruntung, maka kunci hatinya pun akan jatuh ke tangan kita dan dia pun akan memberikan hati dan cintanya untuk kita. Namun tidak semua perhatian dan usaha keras yang kita lakukan bisa membuatnya memberikan cintanya untuk kita. Ada kalanya perhatian dan usaha keras tersebut hanya mentok sampai tahap teman dekat saja. Mungkin juga bisa dibilang TTN alias Teman Tapi Ngarep. Jika apes mungkin bisa lebih tragis lagi, ditolak mentah-mentah.. Jangan sampe deh..

Ada temen yang bilang, biar bisa dicintai seseorang kita harus punya wajah yang ganteng (pria) atau cantik (wanita), banyak duit, dan terkenal. Hmm.. Jadi teringat beberapa waktu lalu kita pernah liat seorang artis cowok yang lagi dikerubuti oleh para wanita yang tergila-gila sama dia. Pendapat itu jadi ada benarnya juga. Tapi tunggu dulu, belum tentu juga kan mereka yang mengerubutinya itu suka sama si cowo itu? Bisa ajakan kalau mereka hanya sekedar meluapkan perasaan senangnya bisa ketemuan sama idolanya, sang artis terkenal itu. Sebab menurutku yang namanya perasaan cinta yang sesungguhnya itu bukan diukur dari wajah, materi, ataupun kedudukan yang dimilikinya. Ketiganya itu hanyalah sebagai pelengkap saja menurutku.

Meskipun begitu, aku juga gak mau menutup mata begitu aja. Tidak sedikit orang yang cinta seseorang bukan karena “orang”nya itu sendiri. Melainkan karena materi ataupun karena kedudukannya. Itu yang biasa disebut sebagai MATRE. Ada juga yang “suka” seseorang hanya karena permainan semata. Mereka hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa mendapatkan pasangan yang paling cakep, cantik dan terkenal diantara mereka. Biasanya sih hanya untuk show off belaka.           

Lepas dari hal diatas, yang namanya mencintai seseorang pasti membuat perasaan kita selalu berbunga-bunga. Segalanya terasa begitu indah sekali. Apalagi jika sampai mencintai dan dicintai seseorang, semuanya akan tampak sangat sempurna sekali.. Itu kalau kita mencintai dan dicintai oleh orang yang tepat. Sekarang skenarionya diubah, bagaimana jika kita mencintai orang yang salah? Apakah kita bisa tahu ketika kita mencintai orang yang salah? Mungkin dalam hati kita pernah bertanya-tanya “Apakah dia memang jodohku?” Atau mungkin orang lain ada yang pernah bilang ke kita “Dia gak pantes untuk kamu”, atau mungkin bertanya “Kamu gak salah pilih dia?”.

Dari pernyataan dan pertanyaan tersebut sebetulnya kita bisa menilai pendapat orang lain tentang dia dan kita. Mungkin orang lain ada yang menilai bahwa orang yang kita cintai itu sebetulnya sangat tidak baik untuk kita. Mungkin saja mereka melihat dari sifatnya yang agak ke kanak-kanakan, terlalu mengatur mungkin, ataupun mau menang sendiri. Mungkin dalam hati kecil kita pasti menyadari bahwa semua yang dikatakan itu benar. Tapi kalau kita sudah terlanjur suka sama dia, cinta sama dia, bahkan sayang sama dia mau bagaimana lagi?? Ibarat kata Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu. Mata jadi buta, mulut membisu, dan telinga pun jadi tuli.

Yang pasti jika kita mencintai orang yang salah, entah lambat atau cepat. Kita pasti akan menyadarinya. Itupun kalau otak kita masih bisa menjalankan logikanya. Logika seharusnya selalu berada diatas perasaan. Tapi itukan kata-kata teori.., kenyataan yang sebenarnya sih biasanya kebalikannya. Bahkan sampai ada istilah “If Loving You is Wrong, I Don’t Wan’t to be Right”. Tul gak?

May 14, 2007 - Posted by | Kata Hati |

4 Comments »

  1. So artinya loe lagi dalam proses untuk dicintai oleh si ***? Berarti masih ada peluang buat Ahenk donk?Hehehehe…:D

    Comment by Yogi | May 22, 2007 | Reply

  2. Emangnya si Ahenk mencintai siapa??

    Comment by Dicky Priyanto | May 23, 2007 | Reply

  3. si Aheng mencintai orang yang belum mencapai Janur Kuning. Oh iy, omong2 soal post elu ini, menurut gw sih, ngak selalu mencintai itu gampang, kadang dicintai lebih gampang. coba bayangin kalo cwq yg ngejar kita, cuma kita ngak demen, berabe kali…
    Anyway, thx for sharing yach

    Comment by suray | May 23, 2007 | Reply

  4. loser story again, huh?

    Comment by F1do | June 5, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: